Borwita · Logistik LeadMakassar (Regional Sulawesi)
0%

📘 PREP KIT — PT BORWITA CITRA PRIMA#

Logistik Lead · Penempatan Makassar (Regional Sulawesi)

LGD + Job Scope6 bagian + lampiran10 kasus latihanFramework F.A.C.R.A.Dibangun 2026-09-30⬇︎ Markdown asli

Disusun sebagai bahan belajar mandiri untuk LGD (Leaderless Group Discussion) + pemahaman job scope. Semua angka bersumber dari borwita.co.id & career.borwita.co.id (per 2026) kecuali ditandai [estimasi].


BAGIAN 1 — OVERVIEW PERUSAHAAN#

1.1 Identitas#

Item Data
Nama PT Borwita Citra Prima (BCP)
Grup Borwita Group
Didirikan 1976 oleh Mr. Hady Karyono di Surabaya → awalnya PT Borwita Indah, distribusi farmasi
Kantor Pusat Jl. Raya Taman No. 48A, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur 61257 · Telp 031-788 9777
Kantor Jakarta AIA Central Lt. 40, Jl. Jend. Sudirman 48A, Karet Semanggi, Setiabudi, Jaksel
Status Perusahaan swasta (non-listed) — tidak ada laporan keuangan publik
Situs borwita.co.id · career.borwita.co.id
Tagline "Expanding Reach. Accelerating Growth."

1.2 Jejak Sejarah (hafalin milestone-nya — sering ditanya)#

  • 1976 — Berdiri sebagai PT Borwita Indah, distribusi farmasi (Jl. Kunir No. 9, Surabaya)
  • 1988 — Masuk consumer goods, mulai kerja sama Procter & Gamble (P&G)
  • 1993 — Jadi sole distributor P&G & Gillette untuk Jawa Timur
  • 1995 — PT Borwita Citra Prima resmi dibentuk, fokus consumer goods; buka cabang pertama di luar Jawa: Bali
  • 2003 — Ekspansi besar ke Jawa Timur, Bali, Lombok, NTT, dan seluruh pulau Sulawesi
  • 2014 — Berdiri Borwita Logistic (PT Borwita Putra Prima & PT Tepat Jaya Logistic) → masuk bisnis 3PL (third-party logistics)
  • 2017 — Ekspansi Jawa Tengah: 33 cabang + depo dibuka dalam 30 hari, total 121 cabang, 3.000+ karyawan
  • 2026 — HUT ke-50 perusahaan 🎉

Poin bicara: 2017 "33 cabang dalam 30 hari" adalah bukti execution capability — cocok diangkat saat LGD soal speed/agility.

1.3 Entitas dalam Borwita Group#

Borwita Citra Prima · Borwita Indah · Borwita Putra Prima · Tepat Jaya Logistik · Karya Ananda Pintar · Karya Ananda Sukses · Berkat Pangan Abadi · Sandai Farma · Orbiz

Artinya: grup ini bukan cuma distributor, tapi juga 3PL & logistics provider (Borwita Putra Prima + Tepat Jaya Logistik). Kalau LGD bahas efisiensi logistik, kamu bisa angkat "sinergi dengan in-house 3PL" sebagai opsi.

1.4 Skala Bisnis (Borwita by Numbers)#

Metrik Angka (website)
Customers 230K+ (career site: 450.000+)
Transaksi 361K+/bulan ≈ 15K+/hari ≈ 35+/menit
Branch & Depo 161–162
Warehouse 43
Salesman visit 800K+/bulan
Seller team 1.9K
Delivery team 900+
Armada / Truck 360+
Total karyawan 5.142 (career site) / "5.500+" (business page)
Manajemen 1 President Director, 3 Directors, 9 Senior Managers — rata-rata usia 48 th, pengalaman 26 th
Field staff 71% dari total staff

1.5 Coverage#

Source of truth: "private distribution company with dominant presence in Eastern Indonesia."

Wilayah: Sumatera Selatan, Bengkulu, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua.

Branch office relevan (klaster Sulawesi–Maluku): Makassar · Bone · Pare-Pare · Palopo · Mamuju · Palu · Poso · Luwuk · Bau-Bau · Kendari · Gorontalo · Manado · Ternate

Makassar bukan cabang biasa — ini hub/regional node untuk Indonesia Timur. Dari Makassar inilah barang didistribusikan ke klaster Sulawesi. Ini harus jadi framing utama kamu.

1.6 Principal (Brand yang didistribusikan)#

  • Beauty, Health & Hygiene — P&G (sejak 1988), Kenvue, Reckitt, Combiphar, WRP, Heavenly Blush, Dr. Soap, Skrinner, Unifam
  • Food & Beverages — Nutrifood, Cimory, Siantar Top, Ceres, Sunco, FiberCreme, Lemonilo, Kartikasari, Nirwana Lestari, Gain Yum
  • Electrical & Electronic — Philips, Versuni, Signify

Implikasi buat Logistik Lead: kamu pegang campuran kategori yang karakter penyimpanannya beda-beda — food (FEFO/expiry ketat, ada yang butuh suhu tertentu), personal care (fragile-ish, nilai tinggi), electrical (barang bernilai tinggi → risiko susut/pencurian, garansi/klaim).

1.7 Strategi: S.C.A.L.E.#

  • S — Strengthen Core → perkuat fundamental operasional & eksekusi
  • C — Control with Discipline → performa konsisten lewat kontrol yang lebih baik
  • A — Accelerate Digitalization → AI, tools digital, cara kerja baru untuk kurangi kompleksitas
  • L — Lead with Impact → leader yang membimbing, melatih, dan menyelesaikan masalah setiap hari
  • E — Empower People → bangun kapasitas, kapabilitas, dan akuntabilitas + budaya yang tepat

1.8 The Borwita Way — 7 Pilar (WAJIB HAFAL KATA PER KATA)#

  1. Better Everyday — kita belajar & memperbaiki diri terus-menerus
  2. Ownership — kita bertanggung jawab atas hasil dari tindakan kita, kita memiliki pekerjaan kita
  3. Reliable — individu yang sangat berkomitmen & kompeten dalam perannya
  4. Winning Spirit — mengupayakan hasil terbaik melalui sumber daya yang dioptimalkan
  5. Integrity — beroperasi dengan hati, pikiran, dan tindakan yang seimbang
  6. Team Work — kolaborasi untuk mencapai visi & melampaui tujuan
  7. At Your Service — memberikan layanan terbaik melampaui kebutuhan pelanggan

Taktik LGD: sebut minimal 3 pilar dengan nama persisnya saat memberi argumen. Contoh: "Dari sisi Ownership dan At Your Service, saya akan..." — assessor langsung tahu kamu sudah riset perusahaan.

1.9 Ekosistem Teknologi (penting untuk Logistik Lead)#

Sistem Fungsi
ERP B-Gen Enterprise Resource Program — integrasi proses inti bisnis, konsistensi data antar departemen
WMS Vena Warehouse Management System — kelola penyimpanan & akurasi stok ← INI TOOL UTAMA KAMU
TMS Transportation Management System — optimasi rute & utilisasi armada, jamin ketepatan waktu
SFA Sales Force Automation — tracking aktivitas sales lapangan, percepat transaksi
MFA Merchandise Force Automation — penempatan produk & promosi
OFA Operation Force Automation
QFA Quality Assurance Force Automation — report quality check sepanjang supply chain
MyBorwita HR System
AI Implementasi AI untuk tujuan strategis, optimasi proses, kapabilitas prediktif

In-house IT unit bisa buat laporan & interface tailor-made. Artinya: kalau kamu punya ide perbaikan proses, ada resource internal untuk membangunnya — value-add sebagai leader.

1.10 Konteks & Risiko yang Perlu Kamu Tahu (bukan untuk dibahas negatif, tapi biar kamu tidak kaget)#

  • Isu ketenagakerjaan: ada aksi buruh FSPMI di Sidoarjo (tuntutan hak lembur & THR, 2025; blokade atas PHK 20 pekerja, Agustus 2026). ⚠️ Artinya: relasi industrial itu sensitif — sebagai lead kamu akan pegang puluhan orang lapangan di mana lembur dan THR itu topik panas.
  • Kasus penggelapan internal oleh oknum sales (order fiktif, vonis pidana). ⚠️ Artinya: kontrol & governance itu nyata masalahnya — stock opname, dokumen DO, dan rekonsiliasi bukan formalitas.
  • Kasus LBH Makassar (2021) terkait pekerja perempuan. ⚠️ Artinya: kalau nanti di Makassar, people handling harus bersih dan berprosedur.

Cara pakai di LGD: jangan bawa isu ini sebagai "kritik". Bawa sebagai "ada tiga area yang saya perhatikan perlu dijaga ketat: akurasi stok, kontrol dokumen, dan kepatuhan ketenagakerjaan." Itu menunjukkan kamu sudah mikir seperti lead.


BAGIAN 2 — KONTEKS MAKASSAR & SULAWESI#

2.1 Posisi Strategis#

Makassar = pintu masuk logistik Indonesia Timur. Semua kargo dari Jawa (Surabaya) untuk wilayah Sulsel, Sulbar, Sultra, hingga Maluku transit lewat sini. Cabang Makassar melayani turunan: Bone, Pare-Pare, Palopo, Mamuju (Sulsel–Sulbar) dan bertindak sebagai titik suplai ke Palu, Poso, Bau-Bau, Kendari.

Karakteristik yang bikin beda dari cabang Jawa:

  1. Lead time panjang — kiriman laut dari Surabaya ke Makassar bisa 3–7 hari [estimasi], belum + distribusi darat ke kabupaten.
  2. Reorder point lebih tinggi — karena lead time panjang, buffer stok harus lebih besar → DSI naik → modal kerja naik. Ini trade-off yang harus kamu jelaskan di LGD.
  3. Biaya logistik lebih tinggi — freight laut, handling port (Makassar New Port), trucking ke daerah, sebagian pakai kapal feri/PELNI untuk antar-pulau.
  4. Infrastruktur & cuaca — akses ke daerah (Mamuju, Palopo, Bone, Bau-Bau) bisa terganggu cuaca/jalan → delivery reliability lebih sulit.
  5. Musim puncak — Ramadan/Lebaran & Natal/Tahun Baru -> lonjakan order, kebutuhan armada tambahan, lembur driver/helper.
  6. Kompetitor distributor juga kuat di Makassar → service level jadi differentiator (ketersediaan barang & ketepatan kirim).
  7. Backhaul kosong — banyak truk balik kosong dari daerah. Ini peluang efisiensi (konsolidasi, muatan balik, multi-drop).

2.2 Yang Harus Kamu Cek Turun Lapangan (first 90 days)#

  • Peta gudang & layout bin → berapa SKU aktif, berapa lokasi penyimpanan
  • Profil order: berapa drop/hari, ukuran drop (karton), outlet GT vs MT
  • Armada: milik sendiri vs sewa, umur kendaraan, tingkat utilisasi, rasio muatan penuh
  • Lead time aktual per wilayah vs SLA
  • Level stok vs DSI vs buffer
  • Top 20 SKU fast mover, dan SKU slow mover yang menahan ruang & modal
  • Kondisi SDM: jumlah driver/helper/checker/warehouse, level absensi, lembur
  • Angka susut (bad stock, expired, hilang), dan penyebabnya

BAGIAN 3 — JOB SCOPE: LOGISTIK LEAD (BRANCH LOGISTICS HEAD)#

3.1 Inti Peran#

Bertanggung jawab penuh atas seluruh aliran barang dari masuk gudang cabang sampai diterima outlet — tepat jumlah, tepat waktu, tepat kondisi, dengan biaya terkendali, dan tim yang aman & produktif.

Kamu adalah single point of accountability untuk: akurasi stok, ketersediaan barang, ketepatan pengiriman, dan biaya logistik cabang.

3.2 Lima Pilar Tanggung Jawab#

A. Inbound & Warehouse Management#

  • Terima barang dari plant/principal/transfer cabang lain: cek kuantitas, kualitas, kondisi, dokumen (DO, surat jalan, invoice)
  • Kelola layout gudang: zoning, bin location, ABC classification (fast/slow mover), rak & pallet
  • Pastikan FIFO/FEFO berjalan — khususnya produk food & yang mendekati expiry
  • Jaga kondisi penyimpanan: suhu, kelembapan, kebersihan, penataan, kapasitas
  • K3 & food safety: APD, alat berat (forklift), jalur evakuasi, hama (pest control), audit BPOM/halal
  • Kelola sumber daya gudang: jumlah orang per shift, produktivitas, lembur

B. Inventory & Stock Accuracy#

  • Stock opname (cycle count & full count) — target akurasi tinggi; investigasi setiap selisih
  • Analisis DSI/DOI (Days Sales of Inventory), stock turn, dead stock, slow moving, near-expiry
  • Kontrol bad stock: rusak, penyok, pecah, expired → usul write-off / program trade / retur ke principal
  • Jaga buffer stok sesuai lead time — hindari stock-out (kehilangan penjualan) sekaligus hindari overstock (beban modal & ruang)
  • Rekonsiliasi stok fisik vs WMS Vena vs ERP B-Gen

C. Order Fulfillment#

  • Proses order dari kanal SFA → picking list → picking & packing
  • Kontrol fill rate / order fulfillment rate — berapa % order yang dikirim lengkap
  • Kelola back order, short/over delivery, retur, dan nota kredit
  • Koordinasi cut-off order dengan Sales supaya rute & jadwal kirim optimal
  • Pastikan dokumen (DO/Surat Jalan/invoice) akurat — zero tolerance untuk manipulasi dokumen

D. Fleet, Delivery & Distribution#

  • Route planning & scheduling pakai TMS — optimasi rute, jumlah drop/hari, jam kerja driver
  • Kontrol truck utilization — muatan penuh vs setengah kosong; konsolidasi order kecil
  • KPI pengiriman: OTIF (On Time In Full), delivery success rate, drops/hari, km per liter, biaya per drop
  • Kelola driver & helper: jadwal, lembur, disiplin, keselamatan berkendara, insiden
  • Kelola armada: perawatan preventif (servis rutin, ban, KIR/pajak), armada sewa vs milik sendiri
  • Kelola retur & karton kosong / pallet (reverse logistics)

E. Cost, People & Continuous Improvement#

  • Logistics cost control: biaya gudang, sewa, tenaga kerja, BBM, tol/feri, perawatan, overtime
  • Hitung & turunkan biaya logistik per karton / per kg / per drop / % dari penjualan
  • People management: rekrut, latih, coaching, penilaian kinerja, disiplin, jaga hubungan industrial
  • Safety: target zero accident (LTI), near-miss reporting
  • CI/Kaizen: proyek perbaikan berkelanjutan (routing, layout, picking, SOP)
  • Reporting harian/mingguan/bulanan ke Branch Manager & fungsi Logistik Pusat

3.3 Ritme Kerja (gambaran)#

Harian - Pagi: cek kesiapan picking & muat, absensi tim, target kirim hari ini, isu stok kritis - Siang: monitoring pengiriman berjalan, cek short/retur yang masuk, koordinasi Sales untuk order mendesak - Sore: cek dokumen balik dari tim kirim, rekonsiliasi stok keluar, cek BBM & km, laporan harian

Mingguan - Cycle count beberapa bin, review fill rate & OTIF, review absensi & lembur, cek near-expiry, meeting dengan Sales & Finance

Bulanan - Full stock opname, laporan KPI bulanan, analisis biaya logistik, review performa tim, usul perbaikan, review DSI/slow moving

3.4 KPI Utama yang Kamu Akan Dinilai#

  • Inventory accuracy / stock variance % (semakin kecil semakin baik)
  • DSI / stock turn — efisiensi modal kerja
  • Fill rate / order fulfilment rate
  • OTIF / On-Time Delivery %
  • Bad stock rate / damage & expiry %
  • Cost per case / cost per drop / logistics cost ratio to sales
  • Truck utilization % & drops per day
  • Produktivitas: karton per orang-jam
  • Zero accident / safety & absensi
  • People: turnover, engagement, skor penilaian tim

Di LGD, sebut KPI ini dengan namanya. Kebanyakan peserta hanya bilang "biar efisien" — kamu akan terdengar seperti orang yang sudah pernah pegang operasi.

3.5 Interface ke Fungsi Lain#

  • Sales (Branch Manager & Sales Lead) → ketersediaan stok, jadwal kirim, prioritas outlet, promo/trade program
  • Finance/Admin → nilai stok, DO & invoice, piutang kiriman (jika DO kredit), biaya
  • HR → shift, lembur, staffing, disiplin, hubungan industrial
  • Principal / Vendor → klaim bad stock, retur expired, kesepakatan stok minimum
  • Logistik Pusat / 3PL Internal (Borwita Logistic) → alokasi kiriman, kontainerisasi, transfer antar cabang
  • IT Internal → perubahan parameter WMS/TMS, laporan custom

3.6 Tools yang Wajib Dikuasai#

WMS Vena (operasional harian), ERP B-Gen (data & rekonsiliasi), TMS (rute & armada), SFA (konteks order), MyBorwita (HR/absensi), Excel/Sheets tingkat lanjut (pivot, lookup, dashboard), dasar analitik data & AI productivity tools.


BAGIAN 4 — MATERI LGD (LEADERLESS GROUP DISCUSSION)#

4.1 Apa Itu LGD & Apa yang Dinilai#

LGD = diskusi kelompok tanpa pemimpin yang ditunjuk. Panitia mengamati bagaimana kamu berperilaku dalam kelompok kecil (biasanya 5–8 orang, 20–45 menit) dengan satu kasus/topik.

Yang dinilai bukan siapa paling pintar, tapi siapa paling layak jadi leader:

Dimensi Yang Dilihat Assessor
Leadership & Initiative Berani ambil arah tanpa mendominasi, mengangkat yang pasif
Analytical Thinking Bisa memecah masalah, pakai data/angka, bertanya yang tepat
Problem Solving Usulan konkret, bukan opini umum
Communication Jelas, ringkas, terstruktur, didengar orang
Teamwork & Interpersonal Mendengar, membangun, tidak memotong, tidak menyerang
Influence & Persuasiveness Bisa meyakinkan dengan alasan, bukan dengan volume suara
Adaptability & Composure Tenang saat didebat / waktu mepet / arah berubah
Time Management Sadar waktu, dorong kelompok sampai keputusan
Customer/Result Orientation Semua argumen ujungnya ke hasil & pelanggan
Integrity Konsisten, tidak memutar fakta, tidak menjatuhkan orang

4.2 Format Umum yang Mungkin Dihadapi#

  1. Case-based problem solving — kasus operasional/strategis, cari solusi & action plan
  2. Competitive LGD / assigned roles — tiap orang dapat peran berbeda dengan kepentingan bertabrakan (harus negosiasi)
  3. Survival / prioritization exercise — ranking/urutkan prioritas (misal: 10 item, urutkan mana yang paling kritis)
  4. Topic discussion — topik general (mis. "efisiensi vs kualitas layanan"), diminta bersepakat
  5. Presentasi hasil — sering diminta satu orang mempresentasikan hasil diskusi (sering diminta ke orang yang belum banyak bicara!)

Hati-hati: kalau di akhir LGD assessor bilang "silakan salah satu maju presentasi" — ini momen emas. Kalau kamu bisa, ajukan diri dengan cepat tapi santun: "Saya siap mempresentasikan, tapi silakan kalau ada yang ingin maju." Kalau tidak maju, jangan diam saja — bantu rangkum.

4.3 Framework Wajib: F.A.C.R.A. (4 Langkah)#

F — Frame (0–3 menit) Rumuskan masalah & tujuan, sepakati kriteria keberhasilan.

"Supaya diskusi kita efisien, saya coba rangkum: inti masalahnya A, target kita B, dan batasannya C. Ada yang mau menambahkan?"

A — Analyze (3–12 menit) Pecah ke akar masalah & data. Pakai struktur: apa yang diketahui / apa yang tidak diketahui / asumsi apa yang kita pakai.

"Kalau saya lihat angka yang ada, masalah ini muncul dari dua sisi: demand dan kapasitas."

C — Choices (12–20 menit) Ajukan 2–3 opsi, lalu nilai dengan kriteria yang sama (dampak, biaya, waktu, risiko, eksekusi).

"Ada tiga opsi. Opsi pertama cepat tapi berbiaya. Opsi kedua murah tapi butuh waktu. Saya sarankan opsi ketiga karena..."

R — Recommendation & Roadmap (20–25 menit) Rekomendasi tunggal, alasan utama, langkah aksi dengan PIC & timeline, plus risiko + mitigasi.

"Rekomendasi kita: lakukan X dalam 2 minggu. PIC: tim gudang. Ukuran keberhasilan: OTIF naik dari 85% ke 92%. Risiko utamanya Y, mitigasinya Z."

A — Agree & Close Minta konfirmasi kelompok, rangkum keputusan, serahkan ke presenter.

"Saya coba rangkum keputusan kita ya: 1) ... 2) ... 3) ... Setuju semua?"

4.4 Taktik Kontribusi (yang benar-benar dapat poin)#

Cara masuk paling aman di 60 detik pertama:

"Saya usul kita sepakati dulu kriteria penilaiannya — dari sisi biaya, kecepatan, dan dampak ke pelanggan. Dari situ kita bisa menilai tiap opsi secara objektif."

Ini hampir selalu dapat poin, karena kamu langsung memberi kerangka untuk semua orang.

Frasa bernilai tinggi: - Membangun: "Saya setuju dengan poin Rina, dan saya tambahkan..." - Menaikkan level: "Kalau kita lihat lebih jauh, akar masalahnya sebenarnya..." - Menyeimbangkan: "Poin bagus. Tapi bagaimana kalau dari sisi biaya?" - Melibatkan yang diam: "Mas, tadi belum kedengaran pendapatnya — gimana menurut kamu?" ← poin leadership tertinggi - Menjaga waktu: "Kita sudah 15 menit, sisa 10 menit. Saya usul kita mulai masuk ke rekomendasi." ← poin time management - Menengahi konflik: "Sebenarnya dua pendapat ini nggak bertabrakan — bedanya di prioritas." - Mengunci hasil: "Kalau saya rangkum: ini, ini, ini. Setuju?"

Cara pakai ANGKA: setiap argumen kalau bisa diikat ke angka akan jauh lebih kuat.

"Kenaikan akurasi stok dari 97% ke 99% menghemat biaya susut sekitar Rp X per bulan — itu langsung ke profit cabang."

Cara pakai FRAMEWORK/MODEL: jangan berlebihan, tapi satu-dua model memberi kesan rapi. - Prioritisasi: Impact vs Effort matrix - Akar masalah: 5 Why / Fishbone - Keputusan: Cost-Benefit, Risk Matrix - Perbaikan proses: PDCA - Armada/rute: konsolidasi order, drop density, backhaul

4.5 Do & Don't#

DO - Ngomong 5–8 kali secara berkualitas > ngomong 20 kali dangkal - Bangun di atas ide orang lain (assessor menilai "team player" dari sini) - Bawa kerangka di awal, rangkuman di akhir — pembuka & penutup paling diingat - Angkat yang pasif, jangan yang dominan - Bangun argumen dari data, sebut metrik - Tunjukkan orientasi ke pelanggan & hasil - Jaga nada tenang walau didebat keras

DON'T - ❌ Memotong ucapan orang lain (paling fatal) - ❌ Mendominasi & bicara paling lama - ❌ Diam saja "biar aman" — dianggap tidak punya inisiatif - ❌ Nyerang pribadi / menyalahkan peserta lain - ❌ Nyaman di zona "saya setuju saja" (tidak berkontribusi) - ❌ Ngotot menang tapi kelompok tak menghasilkan keputusan - ❌ Keluar dari topik / bawa opini pribadi tak relevan - ❌ Lupa waktu → kelompok tidak sampai kesimpulan - ❌ Menjelekkan perusahaan/tim lain

4.6 10 Kasus Latihan (khas distributor FMCG) + Kerangka Jawaban#

1 Stock opname bulanan menemukan selisih 2% (di atas toleransi 0,5%). Apa yang kamu lakukan?

Klasifikasi selisih (sistem vs fisik, minus/plus, per SKU & lokasi) → uji 5 Why (salah input, salah kirim, belum diposting, penggelapan, salah unit) → perketat kontrol (blind count, gerbang, CCTV, otorisasi) → cycle count harian pada SKU bernilai tinggi → coaching tim → review mingguan sampai selisih <0,5%.

2 Utilisasi truk hanya 55%, biaya kirim naik. Strategi kamu?

Analisis rute & drop density → konsolidasi order kecil jadi satu rute → ubah cutoff order → cabut order berulang ke hari yang sama → review ukuran armada (mix besar/kecil) → cek backhaul → negosiasi armada sewa berbasis muatan, bukan ritase. Ukur: karton per trip, cost per drop.

3 SKU hero stock-out di 40 outlet, tapi SKU slow mover menumpuk 3 bulan.

Rebalance alokasi: prioritas hero SKU ke outlet dengan penjualan tertinggi → program trade untuk slow mover (bundling/diskon terbatas) → turunkan reorder point & lot size slow mover → review parameter min-max → komunikasi ke principal untuk dukungan retur/promo.

4 Stok mendekati expiry 60 hari. Write-off atau program?

Hitung nilai & biaya write-off vs discount program vs retur ke principal → cek perjanjian expired-return → dorong ke kanal yang cepat berputar (MT event, bundling) → cegah berulang dengan FEFO ketat + alert sistem + klaim balik ke principal.

5 Waktu sibuk Lebaran: order naik 40% tapi armada tetap.

Rencana kapasitas: sewa armada sementara, shift tambahan, lembur + kompensasi sesuai aturan → tarik order lebih awal (forward buying) → alokasikan kapasitas ke outlet A → antisipasi cutoff pengiriman libur → komitmen SLA realistis ke Sales.

6 Deliverability ke daerah terpencil menurun saat hujan.

Klasifikasi wilayah per tingkat kesulitan → buffer & jadwal khusus rute sulit → kirim lebih besar & lebih jarang (mengurangi frekuensi) → koordinasi mitra kurir/ekspedisi lokal → komunikasi proaktif ke pelanggan soal jadwal.

7 Driver minta lembur dinaikkan, permintaan bersifat kolektif.

Dengarkan & petakan data lembur aktual → cek kesesuaian dengan aturan ketenagakerjaan & PKB → optimalkan rute untuk kurangi kebutuhan lembur → bicara melalui mekanisme resmi (HR/hubungan industrial) → jangan berkomitmen sendiri di luar kewenangan → jaga komunikasi dua arah.

8 Damage rate barang naik 3x dalam 2 bulan.

Telusuri titik kerusakan (bongkar di gudang / muat / jalan / bongkar di outlet) → audit handling & packaging → perbaiki teknis (pallet, penataan, strap, pelindung) → training & akuntabilitas tim kirim → review kondisi jalan/armada → ukur ulang.

9 MT besar komplain keterlambatan + kirim tidak lengkap. Ancaman denda.

Prioritaskan alokasi & slot kirim untuk key account → root cause (stok atau kapasitas?) → jadwal kirim khusus + kunci di sistem → kontrol dokumen & bukti kirim → eskalasi ke Branch Manager & Sales Lead → monitoring harian sampai stabil.

10 Kamu diberi pilihan: 3 truk, tapi 5 rute minta kirim hari ini. Bagaimana memutuskan?

Kriteria eksplisit: nilai penjualan, urgensi pelanggan (expiry/complaint promo), jarak & waktu, SLA, sisa kapasitas rute → optimalkan berpasangan (rute yang sama digabung) → sisa dijadwalkan besok dengan komitmen waktu → komunikasikan ke Sales.

4.7 Pertanyaan Behavioral (Siapkan Jawaban STAR)#

Format STAR: Situation → Task → Action → Result (sebut angka kalau ada).

  1. Ceritakan saat kamu menemukan kesalahan/dampak besar dan bagaimana kamu menanganinya.
  2. Kapan kamu harus memimpin tanpa diberikan wewenang?
  3. Konflik dengan rekan kerja — bagaimana kamu menyelesaikannya?
  4. Kapan kamu mengambil keputusan dengan data tidak lengkap?
  5. Contoh perbaikan proses yang kamu inisiasi dan hasilnya.
  6. Pernah menangani pelanggan/tim yang tidak puas? Bagaimana?
  7. Kenapa kamu mau ditempatkan di Makassar?
  8. Kenapa Borwita?

Jawaban "Kenapa Makassar?" (jangan jawab "siap di mana saja" saja):

"Makassar saya lihat sebagai hub logistik untuk Indonesia Timur. Di sana tantangannya paling kompleks — lead time panjang dari Surabaya, kapasitas armada terbatas, coverage ke daerah yang sulit. Saya ingin membangun kemampuan saya di lingkungan yang paling menantang, dan saya ingin melihat dampak kerja saya langsung terasa di cabang." Dan tambahkan satu kesiapan konkret: "Saya sudah mulai belajar konteks regionalnya: klaster cabang Sulawesi, pola kiriman laut, dan karakter pelanggan di luar Jawa."

Jawaban "Kenapa Borwita?":

"Borwita sudah 50 tahun dan sekarang punya posisi dominan di Indonesia Timur — itu artinya sistemnya sudah matang, ada WMS Vena, TMS, dan ERP B-Gen. Saya ingin membangun karier logistik di perusahaan yang operasinya sudah serius secara teknologi, tapi pertumbuhan areanya masih besar. Menurut saya itu tempat terbaik untuk belajar sekaligus berkontribusi."

4.8 Jebakan Umum Peserta Indonesia di LGD#

  1. Bicara lebih banyak tapi tanpa struktur → kalah dari yang bicara setengah jumlah tapi punya kerangka
  2. "Saya setuju" terus-menerus → dianggap tidak punya pendirian
  3. Terjebak debat definisi → jangan lama-lama di "apa definisi stok dulu"
  4. Lupa waktu → selalu ada jam/timer; jadikan tanggung jawabmu secara proaktif
  5. Tidak merangkum → assessor menilai skor dari rangkuman karena itu bukti pemahaman
  6. Menyerang peserta → langsung kena dimensi integritas & teamwork
  7. Salah baca situasi → kadang assessor sengaja pasang "troublemaker" untuk lihat kamu tenang atau ikut ribut
  8. Tidak melibatkan yang diam → poin leadership termudah dan paling sering diabaikan

BAGIAN 5 — CHEAT SHEET (HAFAL 30 MENIT SEBELUM TES)#

Angka kunci - 1976 didirikan · 50 tahun (2026) · P&G sejak 1988 - 161–162 cabang & depo · 43 gudang · 360+ truk · 900+ tim kirim · 1.9K seller - 230K+ pelanggan · 361K+ transaksi/bulan · 5.142 karyawan · 71% staf lapangan - 2017: 33 cabang dalam 30 hari

7 Pilar (The Borwita Way) Better Everyday · Ownership · Reliable · Winning Spirit · Integrity · Team Work · At Your Service

Strategi S.C.A.L.E. — Strengthen Core, Control with Discipline, Accelerate Digitalization, Lead with Impact, Empower People

Sistem ERP B-Gen · WMS Vena · TMS · SFA · MFA · OFA · QFA · MyBorwita · AI

KPI Logistik (7 wajib hafal) Inventory accuracy · DSI/stok turn · Fill rate · OTIF · Bad stock/damage rate · Cost per drop / cost per karton · Truck utilization → + safety (zero accident)

Framework LGD F.A.C.R.A. — Frame → Analyze → Choices → Recommendation+Roadmap → Agree/Close

Klaster Sulawesi Makassar · Bone · Pare-Pare · Palopo · Mamuju · Palu · Poso · Luwuk · Bau-Bau · Kendari · Gorontalo · Manado · Ternate


BAGIAN 6 — RENCANA BELAJAR 7 HARI#

Hari 1 — Profil perusahaan Hafal Bagian 1: sejarah, milestone, angka kunci, entitas grup, principal. Latihan: ceritakan profil Borwita dalam 2 menit tanpa membaca.

Hari 2 — Budaya & strategi Hafal 7 pilar kata per kata & S.C.A.L.E. Latihan: hubungkan setiap pilar dengan satu tindakan nyata seorang Logistik Lead. (Contoh: "Ownership → stock opname saya tanggung sendiri, bukan saya lempar ke admin.")

Hari 3 — Operasi & teknologi Pelajari WMS/TMS/ERP konsep dasarnya (cukup tahu fungsinya, tidak perlu bisa pakai). Pelajari alur barang distributor ujung ke ujung: principal → plant → cabang → gudang → picking → armada → outlet.

Hari 4 — KPI & angka Hafal 7 KPI logistik + rumus kasarnya. Latih bicara angka: "kalau akurasi stok naik 2%, hemat Rp X".

Hari 5 — Konteks Makassar/Sulawesi Pelajari peta Sulawesi, konektivitas pelabuhan (Makassar New Port), lead time, karakter pelanggan, kompetitor distributor di Makassar. Buat 5 observasi "yang saya akan cek di 90 hari pertama".

Hari 6 — Latihan LGD Kerjakan 3 kasus dari Bagian 4.6 bersama teman/rekam diri sendiri (timer 25 menit). Fokus latihan: pembuka berkerangka, mengangkat yang pasif, rangkuman penutup.

Hari 7 — Simulasi penuh + behavioral Jawab 8 pertanyaan behavioral dengan format STAR secara lisan, dihabiskan. Simulasi LGD lengkap 30 menit. Rapikan pakaian & dokumen.


LAMPIRAN — Checklist Pertanyaan untuk Menggali saat Wawancara#

Kalau dapat kesempatan bertanya, pertanyaan seperti ini menunjukkan kamu sudah berpikir sebagai operator:

  1. "Berapa angka akurasi stok dan OTIF cabang Makassar saat ini, dan apa target 12 bulan ke depan?"
  2. "Berapa span of control tim logistik di cabang Makassar — driver, helper, checker, gudang?"
  3. "Bagaimana pembagian peran antara cabang dan Borwita Logistic/Tepat Jaya Logistik untuk pengiriman?"
  4. "Seberapa besar porsi armada milik sendiri dibanding sewa di wilayah ini?"
  5. "Apa tiga tantangan operasional terbesar cabang Indonesia Timur menurut manajemen saat ini?"
  6. "Bagaimana struktur ekspektasi 90 hari pertama untuk posisi ini, dan bagaimana kinerja dinilai?"

Sumber: borwita.co.id (About, Business, World Class Operation, Area, Our Story), career.borwita.co.id, pemberitaan publik 2021–2026. Angka bertanda [estimasi] adalah perkiraan industri, bukan data resmi perusahaan.

Prep kit pribadi · sumber: borwita.co.id, career.borwita.co.id, pemberitaan publik 2021–2026. Angka bertanda [estimasi] = perkiraan industri.